ucoba meraih sekuntum mawar
di antara rimbunan duri yang siap melukakan
demi cinta luka itu kuanggap terbiar
namun ketika maksud ingin menggapai
sang mawar
telah layu sebelum sempat kupegang
berkali sudah aku mencoba
berkali pula tangan ini ditusuk luka
namun tetap saja
sang mawar tiada hirau
tiada senyuman yang diberikan
dan sedikitpun tiada menoleh
kini kuhanya bisa memandang
layunya sekuntum mawar
yang pernah menjadi impian
tuk menemaniku di persandingan
di sebuah mahligai istana
di lembah yang tak bertuan
di antara rimbunan duri yang siap melukakan
demi cinta luka itu kuanggap terbiar
namun ketika maksud ingin menggapai
sang mawar
telah layu sebelum sempat kupegang
berkali sudah aku mencoba
berkali pula tangan ini ditusuk luka
namun tetap saja
sang mawar tiada hirau
tiada senyuman yang diberikan
dan sedikitpun tiada menoleh
kini kuhanya bisa memandang
layunya sekuntum mawar
yang pernah menjadi impian
tuk menemaniku di persandingan
di sebuah mahligai istana
di lembah yang tak bertuan
10112013-18.06
Tidak ada komentar:
Posting Komentar