heningnya lembah yang tak bertuan
mengubur rindu dalam kesunyian
mimpipun turut menghilang
ditelan kebisuan
sayap hayalku patah
tika disentuh gambaran cinta
terlihat
seraut wajah memelas dari balik kabut
datang menyalip sepi
memberi halusinasi yang berujud
pada dinding-dinding keraguan
sang waktu membelenggu kerinduan
cinta itu bukan untukku lagi
dia juga bukan milikku lagi
lembah ini merupakan tanda akhir
dari sebuah penantian yang bersandar pada takdir
kau telah benamkan wajahku
kau telah hancurkan mimpi-mimpiku
semua yang pernah aku persembahkan
malah dengan rela
kulepaskan rembulan dari genggaman
tapi mengapa
mengapa kau hancurkan semua yang ada
malah kau sebarkan fatwa
di atas kertas maupun ungkapan
bahwa akulah
yang menjatuhkan satu per satu sang gemintang
hemmmmm
seandainya malam hadir lebih awal
tentunya kau takkan pernah aku hiraukan
09112013-20.00
mengubur rindu dalam kesunyian
mimpipun turut menghilang
ditelan kebisuan
sayap hayalku patah
tika disentuh gambaran cinta
terlihat
seraut wajah memelas dari balik kabut
datang menyalip sepi
memberi halusinasi yang berujud
pada dinding-dinding keraguan
sang waktu membelenggu kerinduan
cinta itu bukan untukku lagi
dia juga bukan milikku lagi
lembah ini merupakan tanda akhir
dari sebuah penantian yang bersandar pada takdir
kau telah benamkan wajahku
kau telah hancurkan mimpi-mimpiku
semua yang pernah aku persembahkan
malah dengan rela
kulepaskan rembulan dari genggaman
tapi mengapa
mengapa kau hancurkan semua yang ada
malah kau sebarkan fatwa
di atas kertas maupun ungkapan
bahwa akulah
yang menjatuhkan satu per satu sang gemintang
hemmmmm
seandainya malam hadir lebih awal
tentunya kau takkan pernah aku hiraukan
09112013-20.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar