kembali syairku meluahkan rasa,
tentang dirinya yang kini entah dimana,
kucari,
kukejar,
pada tiap detik waktu,
yang diwarnai dengan kebimbangan,
berkali jiwa isyaratkan kerinduan,
padamu,
dan di tugu penantian itu,
aku tetap setia menunggu kehadiranmu
terang beranjak pergi,
memudar,
gelap,
namun aku masih tetap berdiri di sini,
menggenggam setangkai mawar pemberianmu ini,
meskipun telah layu,
kutak ingin menyia-nyiakan semua itu,
dan di tugu penantian ini,
kuberharap engkau segera datang,
dan menemani aku di sini.
sekian lama aku menanti,
hingga tubuh ini tiada aku kenali lagi,
kesunyianpun semakin mewarnai,
namun aku masih tetap di sini,
berdiri,
dan di tugu penantian ini,
kutetap menanti cintamu kasih.
tentang dirinya yang kini entah dimana,
kucari,
kukejar,
pada tiap detik waktu,
yang diwarnai dengan kebimbangan,
berkali jiwa isyaratkan kerinduan,
padamu,
dan di tugu penantian itu,
aku tetap setia menunggu kehadiranmu
terang beranjak pergi,
memudar,
gelap,
namun aku masih tetap berdiri di sini,
menggenggam setangkai mawar pemberianmu ini,
meskipun telah layu,
kutak ingin menyia-nyiakan semua itu,
dan di tugu penantian ini,
kuberharap engkau segera datang,
dan menemani aku di sini.
sekian lama aku menanti,
hingga tubuh ini tiada aku kenali lagi,
kesunyianpun semakin mewarnai,
namun aku masih tetap di sini,
berdiri,
dan di tugu penantian ini,
kutetap menanti cintamu kasih.
08112013-19.18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar