di dinginnya malam
yang bertirai pada kesepian
kupandangi wajah sang rembulan
yang terdiam
tiada senyuman
muram
ada apakah gerangan
dan apa yang sedang ia fikirkan
sekali lagi kupandangi
dan bertanya mengapa ia seperti ini
adakah yang merisaukan hati
aku terdiam sejenak
aku tertawa sesaat
hemmmm
kutarik nafas dalam-dalam
dan berfikir
keadaanku ini
tak ubahnya dengan rembulan itu
tiada berteman
tak satupun gemintang
yang bisa diajak bercengkerama
kembali kutarik nafas
hemmmmm
aku tersenyum
semuanya telah berlalu
semuanya telah terjadi
biarlah
biarlah seperti apa adanya
karena memang
seperti inilah keadaannya
yang bertirai pada kesepian
kupandangi wajah sang rembulan
yang terdiam
tiada senyuman
muram
ada apakah gerangan
dan apa yang sedang ia fikirkan
sekali lagi kupandangi
dan bertanya mengapa ia seperti ini
adakah yang merisaukan hati
aku terdiam sejenak
aku tertawa sesaat
hemmmm
kutarik nafas dalam-dalam
dan berfikir
keadaanku ini
tak ubahnya dengan rembulan itu
tiada berteman
tak satupun gemintang
yang bisa diajak bercengkerama
kembali kutarik nafas
hemmmmm
aku tersenyum
semuanya telah berlalu
semuanya telah terjadi
biarlah
biarlah seperti apa adanya
karena memang
seperti inilah keadaannya
11112013-19.13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar