mengenang dirimu
bagai menggenggam bara di tanganku
tiada habisnya siksa yang kau beri
membekas
semakin erat luka itu membakar
semakin pula
kau taburi dengan air garam
pedih
menusuk hati
hingga waktu yang kuanggap sebagai teman
malah menusuk perihku
semakin dalam
mengikuti desiran angin yang kau tiupkan
gurauanmu membuat alam terpikat
membenarkan setiap kata yang kau ucap
semuanya luluh
luruh
mendengar lantunan rayuanmu
sementara aku di sini
hanya mampu diam
mendengarkan alunan
sejuta kidung dusta yang engkau nyanyikan
dari lembah yang tak bertuan:
10112013-16.35
bagai menggenggam bara di tanganku
tiada habisnya siksa yang kau beri
membekas
semakin erat luka itu membakar
semakin pula
kau taburi dengan air garam
pedih
menusuk hati
hingga waktu yang kuanggap sebagai teman
malah menusuk perihku
semakin dalam
mengikuti desiran angin yang kau tiupkan
gurauanmu membuat alam terpikat
membenarkan setiap kata yang kau ucap
semuanya luluh
luruh
mendengar lantunan rayuanmu
sementara aku di sini
hanya mampu diam
mendengarkan alunan
sejuta kidung dusta yang engkau nyanyikan
dari lembah yang tak bertuan:
10112013-16.35
Tidak ada komentar:
Posting Komentar