di lembah yang tak bertuan
mengukir kisah yang tak terlupakan
di sebuah kenangan
masih tersimpan rapi
di dinding yang berlumut ini
hanya aku sendiri
yang merasakan
luka itu menjadi tanda
tiada obatnya
semakin kucoba tuk melupakan
semakin rindu itu menghujam
kuhanya berdiri dalam keterpakuan
menanti cahaya yang datang
tuk menjemputku
tuk membawaku
membawaku terbang ke alammu
alammu yang sangat jauh
kembali kutulis sebuah penantian
yang seolah tiada pernah berkesudahan
dan pada dinding lembah yang tak bertuan
kiranya di suatu saat
kan ada sehelai dedaunan
yang akan membaca sebuah derita
ya...
aksara yang digurat dengan air mata
air mata sang kembara
23112013-18.42
Tidak ada komentar:
Posting Komentar