ndahnya senja tiada kurasakan laqi
saat biduk karam di lautan yang tiada bertepi
tetes demi tetes hujan membasahi
di anjungan ini aku tetap berdiri
sang angin dengan leluasanya mempermainkan diri
akupun oleng bagai selembar dedaunan
kulihat engkau hanya diam memandang
sedikitpun engkau tiada hirau
perlahan kucoba menghampiri dikau
kucoba meraih tanganmu
namun engkau pergi berlalu
seolah tiada kenal aku
layarpun telah engkau bakar
tanda-tanda perpisahanpun
telah engkau lukiskan
berakhir mimpiku di tengah samudera
ketika hendak mencapai puncak kokohnya cinta
hujan kali ini terasa menghujam
laksamanapun terdiam
dalam biduk kesendrian
beribu detik berdua menerjang gelora
kutak menyangka kan begini akhirnya
ternyata kisah cinta kita
terkubur di lautan air mata
dengan cintaku sebagai pusaranya
saat biduk karam di lautan yang tiada bertepi
tetes demi tetes hujan membasahi
di anjungan ini aku tetap berdiri
sang angin dengan leluasanya mempermainkan diri
akupun oleng bagai selembar dedaunan
kulihat engkau hanya diam memandang
sedikitpun engkau tiada hirau
perlahan kucoba menghampiri dikau
kucoba meraih tanganmu
namun engkau pergi berlalu
seolah tiada kenal aku
layarpun telah engkau bakar
tanda-tanda perpisahanpun
telah engkau lukiskan
berakhir mimpiku di tengah samudera
ketika hendak mencapai puncak kokohnya cinta
hujan kali ini terasa menghujam
laksamanapun terdiam
dalam biduk kesendrian
beribu detik berdua menerjang gelora
kutak menyangka kan begini akhirnya
ternyata kisah cinta kita
terkubur di lautan air mata
dengan cintaku sebagai pusaranya
10112013-19.56
Tidak ada komentar:
Posting Komentar