Senin, 11 November 2013

percuma

semilir angin menyapu rindu
sisa-sisa hujan menghadang langkahku
tertegun ketika mimpi indahku berlalu
dingin pagipun menambahkan beku
entah kemana segala asaku
yang kutitip diperjalanan waktu di ketika itu
aku tak tau...

kau dengarlah
lirihnya suara angin di dedaunan
menyuratkan sebuah harapan
namun mengapa
sejenakpun tiada engkau hiraukan
sapaan ranting yang berjatuhan

kau lihatlah
sebelum gerimis hadir
yang menjadikan sebuah tanda
di mana awan gelap
memekat
menutupi lembah cintaku ini
kutau engkau tau
sebelum engkau melangkah pergi
sempat kau intip langit
di sela jari jemari tetesan hujan
sedikitpun engkau tiada hirau
bahkan melihat lembahkupun dirimu enggan

bila kau tiada mendengar
bila kau tiada melihat
biarlah lembahku ini berselimut hujan
biarlah lembahku ini dirangkul dingin
tiada mengapa
mengharapkan hadirmupun
sepertinya percuma

11112013-18.53

Tidak ada komentar:

Posting Komentar