Senin, 11 November 2013

luka itu kembali datang

dalam keterpanaanku
menafsirkan pilar-pilar assitakala
yang menyanggah
tanpa adanya penyandingan
di mana setiap uliran
bertepi kemunafikan
lembah itu
adalah tautan
dari kisahku yang kelam
diam seribu bahasa
ketika luka itu menghampiriku
di antara puing-puing kehancuran
hanyalah kenangan pahit
yang tertinggal
dan impianku di setiap pilar itu
telah tumbang satu persatu

aku yang pernah berharap
berdiri tegak memandang
meskipun tersamarkan
oleh selaksa halimun
yang memaksa kutiada gerak
lalu kutiti kembali uliran itu
dan
ketika baru akan kutemukan sebuah jawaban
kembali fatamorgana mendatang
memikatku pada keraguan

11112013-19.02

Tidak ada komentar:

Posting Komentar