Senin, 11 November 2013

menyimpul dendam

denyut nadi seketika terhenti
terjuntai hayal di pesisir
sesekali angin membawa pergi
melemparkan asa menjadi karam
dan kembali
kuterjerumus di titian

lelah aku menghitung waktu
jemariku berdarah karenanya
tiada berbenah rasa
semua terlihat hampa
sedetik tadi
kulihat bayangmu

hujan kebencian
menyimpul dendam tersimpan
kukepal tangan dengan erat
terasa
ingin kuredam angin yang mendatang
biar semua pedih tiada memanjang
dan kau...
menyisir keterpakuanku
dengan rajutan benang hasratmu

11112013-19.30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar