lenguh di bantaran wadak
babad terjalin kepalsuan
semusim nantiku terabai
lusuh berpeluh kian merangkul
sedetikpun tiada kabar
sesaatpun tiada terdengar
kau samarkan bayangku pada terang
dan kau lumuri perjalanan
dengan ilusi yang membenamkan
jika nanti
jika suatu saat nanti
bayanganku menghampiri diriku
kuharap kau kisahkan
walaupun sedikit tentang keberadaan
betapa sang kembara ini
adalah angin yang menyejukkan
selalu menghantarkan lelap pada impian
biar jika nanti langit bertanya
beginilah kembara apa adanya
dan kumohonkan
jangan kau belai rembulan dengan kesenduhan
karena kutak ingin malamku berkesudahan
dan aku ingin masih bercengkerama
dengan sebuah bintang kecil
yang menjadi penggerak pada bayang
babad terjalin kepalsuan
semusim nantiku terabai
lusuh berpeluh kian merangkul
sedetikpun tiada kabar
sesaatpun tiada terdengar
kau samarkan bayangku pada terang
dan kau lumuri perjalanan
dengan ilusi yang membenamkan
jika nanti
jika suatu saat nanti
bayanganku menghampiri diriku
kuharap kau kisahkan
walaupun sedikit tentang keberadaan
betapa sang kembara ini
adalah angin yang menyejukkan
selalu menghantarkan lelap pada impian
biar jika nanti langit bertanya
beginilah kembara apa adanya
dan kumohonkan
jangan kau belai rembulan dengan kesenduhan
karena kutak ingin malamku berkesudahan
dan aku ingin masih bercengkerama
dengan sebuah bintang kecil
yang menjadi penggerak pada bayang
11112013-18.47
Tidak ada komentar:
Posting Komentar