Minggu, 10 November 2013

telaga kekecewaan

kuseka embun
yang menghiasi kaca perjalananku
meskipun tiada bening seperti dulu
namun masih mampu bagiku
tuk melihat nun jauh di sana
sebuah telaga kerinduan
yang masih menyimpan berjuta kenangan
kau
dan aku

sebuah telaga
yang merupakan bagian dari sebuah kisah
yang sempat menyimpan kenangan
kebahagiaan
kepahitan
kedukaan
kemunafikkan
yang berawal dari runtuhnya dedaunan
satu per satu impian
gugur ke bumi
mengering
menyatu dengan debu
dan menutupi semua gerakku

dua hati kini telah bertentangan
masing-masing menyimbah kekaguman
dengan kekecewaan
telaga yang dulunya merupakan lembah impian
kini bagaikan sebuah makam yang ditinggalkan
berlumut
berperdu liar
dingin
dan penuh dengan kesuraman

10112013-19.50

Tidak ada komentar:

Posting Komentar