seuntai senyum yang menyejukkan
memanjakan langit di sore ini
sungguh meneduhkan kala kutatap
teringin hati membelai angin
namun apa daya
tangan ini hanya mampu menyimpulkan
terkadang
teringin segera
memburu matahari
dan menggantungkan harapan
hingga berselimut dengan awan
pastinya penuh kehangatan
penuh kedamaian
namun gerimis pernah melepaskan
dan menandakan
menjatuhkan
bahwa sang pujangga
pernah mengalami kecewa
dan setiap tetes yang mengalir
yang membasahi perjalanan ini
menyiratkan kenangan yang tak terlupakan
aku diperdayakan
kebersamaan itu ditinggalkan
sesungguhnya aku tak ingin
bahkan teramat tak ingin
jika setumpuk kecewa
yang saat ini kupanggul
kan membuatmu ikut memikul
semua kelukaan
kelukaan
kelukaan
dan aku
tak ingin menjadikan dirimu
bagaian dari bayangan hitam silamku
memanjakan langit di sore ini
sungguh meneduhkan kala kutatap
teringin hati membelai angin
namun apa daya
tangan ini hanya mampu menyimpulkan
terkadang
teringin segera
memburu matahari
dan menggantungkan harapan
hingga berselimut dengan awan
pastinya penuh kehangatan
penuh kedamaian
namun gerimis pernah melepaskan
dan menandakan
menjatuhkan
bahwa sang pujangga
pernah mengalami kecewa
dan setiap tetes yang mengalir
yang membasahi perjalanan ini
menyiratkan kenangan yang tak terlupakan
aku diperdayakan
kebersamaan itu ditinggalkan
sesungguhnya aku tak ingin
bahkan teramat tak ingin
jika setumpuk kecewa
yang saat ini kupanggul
kan membuatmu ikut memikul
semua kelukaan
kelukaan
kelukaan
dan aku
tak ingin menjadikan dirimu
bagaian dari bayangan hitam silamku
11112013-19.04
Tidak ada komentar:
Posting Komentar